Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Anggapan Salah Masalah Jerawat

Jerawat Pada Wajah
Benarkah makan coklat dan kacang bisa menyebabkan jerawat? Lalu, apakah benar pasta gigi bisa membantu menyembuhkan jerawat? Berikut ini mitos-mitos yang beredar seputar jerawat. Baca lebih lanjut agar Anda tak lagi salah dalam merawat kulit wajah.


1. Jerawat disebabkan oleh debu.
Jerawat muncul akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, bakteri, dan sel kulit mati.

2. Makan coklat dan gorengan bisa menimbulkan jerawat.
Sampai saat ini, tak ada penelitian yang bisa menemukan hubungan antara jerawat dengan makanan apa pun. Selama dikonsumsi secara tidak berlebihan, makanan tak akan mempengaruhi jerawat.

3. Jerawat bisa diatasi dengan cara sering-sering mencuci muka.
Cucilah wajah dengan sabun atau pembersih yang lembut, maksimal 3 kali sehari. Terlalu sering mencuci wajah bisa menyebabkan kulit iritasi, dan merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak, sehingga jerawat malah makin meradang.

4. Pasta gigi membantu menyembuhkan jerawat.
Pasta gigi tak mengandung zat apa pun yang bisa mengobati jerawat. Carilah obat yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid.

5. Memencet jerawat adalah cara tercepat mengusir jerawat.
Dengan dipencet dan dipaksa pecah, bakteri penyebab jerawat justru akan mudah tersebar ke bagian lain. Apalagi jika tangan yang digunakan untuk memencet jerawat tidak steril. Akibatnya, bukan hanya jerawat bertambah parah, tapi juga akan meninggalkan bekas luka di kulit wajah.

6. Sinar matahari membantu menyembuhkan jerawat.
Paparan sinar matahari bisa menyebabkan iritasi yang membuat jerawat makin parah.

7. Jerawat hanya muncul pada kulit remaja.
Pada usia remaja, hormon dalam tubuh banyak mengalami perubahan. Oleh karena itu jerawat lebih sering muncul pada remaja. Namun timbulnya jerawat bukan hanya dipengaruhi oleh hormon, tapi juga oleh kebersihan diri, pola makan, polusi, stres, dan faktor genetik, sehingga anak-anak maupun orang tua pun masih bisa berjerawat.

Articles in english language:
Is it true that eating chocolate and nuts can cause acne? So, is it true that toothpaste can help cure acne? Here are the myths that circulate about acne. Read more for you no more wrong in treating facial skin.
1. Acne is caused by dust. Acne appears due to the pores clogged by oil, bacteria and dead skin cells.
2. Eating chocolate and fried foods can cause acne. To date, no research that can find the relationship between acne with any food. During consumed in moderation, food will not affect acne.
3. Acne can be overcome by frequently washing the face. Wash your face with soap or gentle cleanser, a maximum of 3 times a day. Washing your face too often can cause skin irritation, and stimulates the skin to produce more oil, so that the acne even more inflamed.

4. Toothpaste helps cure acne. Toothpaste does not contain any substances that can treat acne. Look for drugs that contain benzoyl peroxide or salicylic acid.

5. Squeeze pimples rid acne is the fastest way. With squeezed and forced to break, the bacteria that causes acne it will easily spread to other parts. Moreover, if the hands are used to squeeze pimples are not sterile. As a result, not only worsens acne, but also will leave a scar on the skin of the face.
6. Sunlight helps to cure acne. Sun exposure can cause irritation that make acne worse.
7. Acne only appeared on the skin of teenagers. At the age of adolescence, hormones in the body undergo much change. Therefore, acne is more frequent in adolescents.
But acne is not only influenced by hormones, but also by personal hygiene, diet, pollution, stress, and genetic factors, so that the children and parents could still breakouts.

MOTIVATOR TODAY :

Janganlah merusak keindahan impian Anda,
dengan membayangkan penderitaan besar
jika Anda gagal mengupayakan pencapaian impian itu.

Dengannya,
...ada dua bayangan yang bersaing dalam diri Anda,
dan pemenangnya selalu ditentukan oleh ketegasan Anda.

Anda menjadikan yang paling kuat, menguasai
pikiran dan perasaan Anda.

Sesungguhnya, gagal mencapai yang besar,
adalah berhasil mencapai yang hampir besar.
5:49 AM | 0 comments | Read More

Kualitas Anak Kita Adalah Buah Dari Hasil Asuhan Kita

Family is Everything

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (“Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan..
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak..
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya..
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya..
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu..
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya..

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar..
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri..
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain..
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi..
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri..
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran..
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan..
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain..
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah..

News in English: 
 
The quality and attitude of our children are the fruit of parenting and education model that we apply daily at home. Although we all must love our children, but in practice what we do in practice to our children is sometimes not what we intended. Our intention is good, but not infrequently what we say and sikapkan to the child accidentally is a bad thing and affect mental development.
Instead of constantly complaining, blaming the child, or blame environment; better we reflect on what is already (not just hope) we are on our children. In reflection, it is better we take inspiration from Dorothy Low back Noite ("Children Learn What They Live With"). Thanks Dorothy, it's so inspiring ...
If the child is much criticized, he will get used to blame .. If the child is much despised, he learned to be a rebel .. If a child lives in fear, he always felt nervous in his life .. If children are often pitied, he learned his fate bemoan .. If children live in mockery, he would become a shy .. If the child is surrounded by a sense of envy, he will not be satisfied with whatever he has ..
If children live in a sense, he will grow up to be patient .. If the child is always given the encouragement, he will grow with confidence .. If a child is praised, he will get used to respect other people .. If the child received in their environment, he will learn to love .. If the child is not much to blame, he would be happy being themselves .. If children live in honesty, he would be customary to see the truth .. If the child ditimang without bias, he will major in the value of justice .. If children live in safety, he will rely on yourself and trust others .. If children grow in hospitality, he will see that the world is really beautiful ..

MOTIVATOR TODAY :

Harapan yang dalam
adalah pembentuk kerendahan hati
yang mudah menerima yang kecil
dan yang sederhana,
sebagai syarat bagi pencapaian
...dari yang besar dan yang sulit.

Marilah kita memulai hari ini
dengan hati yang bebas
dalam berdoa,
dan tubuh yang bersegera
mengerjakan yang harus diselesaikan.

Marilah kita menemukan kegembiraan
dalam mencapai hasil-hasil kecil,
yang menuntun kepada keberhasilan besar.
11:43 AM | 0 comments | Read More

Cuti Bersama Insentif Sebuah Kemalasan

CUTI BERSAMA
Produktifitas kerja yang rendah di negeri ini sudah lama dikeluhkan. Kondisinya bisa bertambah parah akibat kebijakan pemerintah yang gemar menetapkan cuti bersama.

Kritik telah sering dilontarkan agar pemerintah mengurangi cuti bersama. Namun, pemerintah tidak mendengar. Melalui surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, yakni menteri agama, menteri tenaga kerja dan transmigrasi, serta menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, pemerintah menetapkan hari ini, Senin, 16 Mei, sebagai hari libur untuk cuti bersama.

Dengan demikian cuti bersama 2011 yang telah ditetapkan pemerintah tahun lalu sebanyak empat hari bertambah lagi satu hari, menjadi lima.

Alasan di balik keputusan penambahan cuti bersama itu pun tetap saja tidak masuk akal, yaitu antara lain dalam rangka efisiensi dan efektivitas kerja.

Senin ini adalah hari 'terjepit' di antara libur akhir pekan Sabtu-Minggu dan libur Hari Raya Waisak, Selasa. Pegawai negeri biasanya membolos kerja di hari terjepit seperti itu.

Jadi, meliburkan hari kerja di hari terjepit pada dasarnya adalah upaya melegalkan kemalasan pegawai negeri. Daripada banyak yang membolos kerja, sekalian dibikin saja resmi cuti bersama. Namun, dengan keputusan pemerintah itu bukan hanya pegawai negeri yang cuti bersama. Pegawai swasta pun sebagian ikut diliburkan.

Padahal, tanpa cuti bersama pun produktivitas kerja di negeri ini sudah sangat rendah. Studi Badan Pusat Statistik dan Lembaga Demografi Universitas Indonesia 2009 menyebutkan tingkat produktivitas pekerja Indonesia kalah jauh jika dibandingkan dengan pekerja di China. Di pabrik garmen, misalnya, seorang pekerja China mampu menghasilkan 90 celana per hari, sedangkan pekerja Indonesia hanya bisa menghasilkan 30-40 celana.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada 2009 menempatkan Indonesia di urutan ke-83 dari 124 negara dalam produktivitas tenaga kerja. Salah satu akibatnya ialah rendahnya daya saing. Indonesia hanya menduduki peringkat 35 dari 75 negara yang disurvei International Management Development.

Survei lain mengenai produktivitas bahkan menempatkan Indonesia di urutan ke-59 dari 61 negara atau ketiga terendah dari bawah.

Dengan level produktivitas yang memprihatinkan itu, penambahan cuti bersama jelas keliru besar. Bukannya memompa etos kerja demi meningkatkan produktivitas, dengan kebijakan cuti bersama itu pemerintah sebenarnya justru memberi insentif terhadap kemalasan yang akan membuat produktivitas bangsa ini kian terpuruk.

Yang lebih buruk lagi keputusan cuti bersama itu diambil secara mendadak sehingga alih-alih dapat dimanfaatkan secara positif oleh sektor pariwisata, kebijakan itu justru mengganggu pelayanan publik.

Cuti yang baik adalah sarana rekreasi dan kontemplasi setelah puncak produktivitas terlampaui. Sesudahnya akan diraih vitalitas, spirit, dan inspirasi yang baru untuk kembali berkarya. Jadi, cuti bukan insentif bagi kemalasan.

News in English:
Low labor productivity in this country have long complained. His condition could worsen due to government policies that likes to set off together.
Critics have often asked for the government to reduce time off together. However, the government does not listen. Through a joint decree (SKB), three ministers, the ministers of religion, minister of manpower and transmigration, as well as ministers of state utilization of state apparatus and bureaucracy reform, the government set today, Monday, May 16, as a holiday to leave together.
Thus leave with 2011, the government established last year as many as four days to grow again one day, become five.
The reason behind the decision with additional time off was also still just does not make sense, namely, among others, in the framework of efficiency and effectiveness.
Monday is the day 'sandwiched' between the holiday weekend Saturday-Sunday and holiday Vesak Day, Tuesday. Civil servants are usually absent on the day wedged work like that.
So, dismiss the working day in day wedged in essence is an effort to legalize the laziness of civil servants. Instead of ditching a lot of work, all made it official on leave together. However, with the government's decision was not only civil servants who leave together. Private employees was partially closed participate.
In fact, without any leave of absence with labor productivity in this country is very low. Study of the Central Bureau of Statistics and Demography Institute of the University of Indonesia 2009 Indonesia says the level of labor productivity is much less when compared with workers in China. In garment factories, for example, a worker in China capable of producing 90 shorts per day, while the Indonesian workers can only produce 30-40 pants.
International Labour Organization (ILO) in 2009 ranks Indonesia at the 83rd of 124 countries in labor productivity. One result is the low competitiveness. Indonesia was ranked only 35 of the 75 countries surveyed by the International Management Development.
Another survey about the productivity of even ranks Indonesia at the 59 th of 61 countries or third lowest of the bottom.
With the alarming level of productivity, the addition of a large vacation together clearly erroneous. Instead of pumping the work ethic in order to enhance productivity, with a shared leave policy, the government actually gives incentives to the laziness that would make the nation's productivity is growing worse.
Worse still leave the decision was taken with a sudden, so rather than be used positively by the tourism sector, the policy was actually disrupt public services.
A good vacation is a means of recreation and contemplation after the peak exceeded productivity. Afterward will be achieved vitality, spirit, and new inspiration to re-work. So, leave no incentive for laziness.

MOTIVATOR TODAY :

Ada orang yang lebih bersemangat
merencanakan liburan,
daripada merencanakan karir
dan kehidupannya.

...Lalu dia kembali ke pekerjaannya
dengan sindrom pulang liburan,
yaitu lesu karena aktifitas tidak terukur
selama liburan, stress karena belanja berlebihan,
dan kehilangan momentum pada pekerjaan
yang ditinggalkannya sebelum liburan.

Apakah Anda merencanakan kehidupan
seperti Anda merencanakan liburan?
3:51 AM | 0 comments | Read More

Fakta Pembobolan Bank

Kasus Pembobolan Bank Di Indonesia
Aksi kejahatan di industri perbankan belakangan ini seperti kian menjadi-jadi. Pembobolan bank yang mayoritas melibatkan orang dalam, dengan beragam modus, datang silih berganti.

Belum lagi skandal pembobolan di Citibank dan penjarahan rekening milik PT Elnusa di Bank Mega terungkap tuntas, terbetik kabar kasus serupa juga terjadi di Bank CIMB Niaga.

Kasus pembobolan di Bank CIMB Niaga dilakukan dengan modus memalsukan surat/dokumen sebagai persyaratan dalam pengajuan kredit. Sekalipun dokumennya palsu serta jaminannya telah pula diagunkan kepada bank lain, toh kredit sebesar Rp234 miliar dapat dicairkan.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan kasus pembobolan di Citibank. Padahal, itulah bank asing yang memiliki nama besar dan memberi kenyamanan pelayanan yang hebat serta keamanan bertransaksi karena didukung kecanggihan sistem teknologi. Toh, Citibank juga dibobol sebesar Rp17 miliar justru oleh senior relationship manager mereka.

Kasus yang kini menyita perhatian publik tentu saja menyangkut Bank Mega. Pembobolan tak cuma terjadi di rekening milik PT Elnusa sebesar Rp111 miliar, tapi juga milik Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, sebanyak Rp80 miliar.

Di luar kasus-kasus itu ternyata sebelumnya juga sudah banyak terjadi pembobolan bank. Misalnya, pembobolan kantor kas BRI Tamini Square, pemberian kredit Bank BII, pencairan deposito di Bank Mandiri, transaksi pinjaman Bank BNI, pencairan deposito nasabah di BPR Pundi Artha Sejahtera, penarikan uang kas Bank Danamon, dan penggelapan dana nasabah di Panin Bank.

Kasus-kasus itu memperlihatkan betapa bank telah menjadi sasaran empuk bagi para penyamun untuk mengeruk dana nasabah. Bayangkan, setidaknya pada 2007-2010 terjadi 15.097 kasus dengan kerugian sekitar Rp42 triliun. Itu artinya, setiap hari setidaknya terjadi 10 kali tindak kejahatan perbankan.
Pembobolan bank itu jelas merusak sendi dasar perbankan, yakni kepercayaan nasabah. Nasabah menaruh uang di bank atas dasar kepercayaan. Bisnis perbankan memang ditegakkan terutama di atas basis kepercayaan. Sekarang kepercayaan itulah yang justru dihancurkan sendiri oleh orang dalam bank dengan membobol uang nasabah.

Jelaslah bahwa bank tidak cukup hanya menerapkan metode know your costumer, tapi juga wajib menerapkan prinsip know your employee untuk mendeteksi kejahatan perbankan yang melibatkan orang dalam.

Keterlaluan bila bank tidak mau tahu perihal gaya hidup karyawan mereka yang sangat mencolok, yaitu sampai-sampai memiliki mobil mewah Hummer dan Ferari. Keterlaluan karena hilangnya sense of proportion. Tidakkah muncul pertanyaan dari mana semua itu berasal? 

MOTIVATOR TODAY :

Hampir tidak ada orang yang senang di PHK.

Tapi, bagi yang ingin berwirausaha,
tapi ragu; di-PHK adalah berkah.

...Berkah yang membuka jalan menuju impian
sering tampil mengenakan topeng hantu.

Tidak semua yang Anda takuti, buruk bagi Anda.

Semuanya adalah masalah sudut pandang.

Yang salah, melihat hidup ini tidak ada baiknya.

Yang benar, melihat semuanya wajar
dan bisa diupayakan menjadi lebih baik.
6:38 AM | 0 comments | Read More

Merpati Negeri Ku Yang Malang

MERPATI KU MALANG
Tragedi jatuhnya pesawat Merpati MA-60 di Teluk Kaimana, Papua Barat, pekan lalu, mengingatkan kepada kita kembali soal abainya kepedulian terhadap fasilitas publik.

Pemangku kepentingan seolah lupa bahwa negeri ini adalah negara kepulauan. Karena itulah, keberadaan transportasi antarpulau yang cepat dan efektif adalah keniscayaan.

Sayangnya, di banyak lini, transportasi publik bukannya menjadi fasilitas yang memudahkan. Ia sudah menjelma menjadi alat pembunuh saban tahun, baik di darat, laut, maupun udara.

Musibah jatuhnya Merpati MA-60 yang menewaskan 25 penumpang dan awak menegaskan bahwa era monster pembunuh itu belum akan lewat. Pertanyaannya, kapan hal itu akan berhenti?

Jawabannya sederhana, yakni sampai pemerintah sadar bahwa mengurus transportasi publik tidak bisa setengah-setengah, main-main, apalagi menjadikannya ladang proyek mengeruk keuntungan pribadi.

Kesan tidak serius menggarap transportasi publik, termasuk penerbangan antarpulau, hingga kini masih tampak. Bertahun-tahun Merpati sebagai badan usaha milik negara (BUMN) penerbangan yang melayani maskapai perintis dibiarkan melaju sendirian dalam kondisi berdarah-darah.

Merpati masih terus mengalami kesulitan cash flow dan merahnya neraca keuangan hingga kini. Belum jelas skema seperti apa yang bisa mengurai beban utang Merpati yang terus menumpuk dan sudah mencapai hampir Rp3 triliun tersebut.

Bahkan, berdasarkan pengakuan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo, sudah setahun, dari Mei 2010 hingga April 2011, Merpati tidak memperoleh dana bantuan dari pemerintah. Kondisi itu menegaskan pembiaran terhadap BUMN penerbangan tersebut memang benar-benar terjadi.

Benar bahwa Kementerian BUMN dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) telah sepakat untuk menyuntikkan dana Rp510 miliar kepada Merpati. Dana tersebut akan digunakan untuk revitalisasi pesawat baru, pengadaan pesawat baru, defisit cash flow, serta modal kerja.

Namun, hingga kini dana itu belum jelas kapan bisa dicairkan. Manajemen Merpati seperti tengah menunggu Godot, sembari terus merasakan pendarahan akut.

Bukan cuma itu. Fakta seputar pembelian pesawat MA-60 buatan China yang kontroversial menambah runyam keadaan. Kontroversi itu yakni pesawat tersebut belum memiliki sertifikasi level internasional sehingga tingkat keamanannya diragukan. Selain itu, pembeliannya pun diduga kelewat mahal.

Karena itu, berhentilah mengurus transportasi publik secara main-main, apalagi menjadikannya ladang proyek mengeruk keuntungan pribadi. Nyawa anak negeri ini teramat mahal untuk mati sia-sia karena salah urus negara.  JARI TENGAH BUAT WAKIL RAKYAT TAK BERMORAL

News in English:
The tragedy of the crash Merpati MA-60 in the Gulf of Kaimana, West Papua, last week, reminding us again about abainya concern for public facilities.
Stakeholders seemed to forget that this country is an archipelago. Therefore, the existence of inter-island transportation, fast and effective way is a necessity.
Unfortunately, in many lines, public transportation instead of a facility that makes it easy. He has been transformed into a killer tool every year, both on land, sea, or air.
Accidents fall Merpati MA-60 that killed 25 passengers and crew members confirmed that the era of monster killers are not going to pass. The question is, when it will stop?
The answer is simple, that is until the government realized that taking care of public transport can not be half-half, playing games, let alone making it the fields project to dredge the personal gain.
The impression was not serious work on public transport, including inter-island flights, is still visible. Many years Merpati as state owned enterprises (SOEs) which serves flights airline pilot drove left alone in a bloody condition.
Pigeons still continue to experience cash flow difficulties and red balance sheet up to now. Not yet clear what kind of scheme could unravel Merpati's debt burden that continues to accumulate and has reached nearly Rp 3 trillion.
In fact, based on the recognition of the President Director of PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo, has been a year, from May 2010 to April 2011, Pigeons do not get funding assistance from the government. The condition that the omission of the state-owned airline stressed that it is actually happening.
It is true that the Ministry of SOEs and Asset Management Company (PPA) has agreed to inject Rp510 billion fund to Pigeon. Proceeds will be used for revitalization of the new aircraft, new aircraft procurement, cash flow deficits, as well as working capital.
However, until now not clear when those funds can be disbursed. Management Pigeons like waiting for Godot middle, while continuing to feel the acute bleeding.
Not only that. Facts about the purchase of MA-60 aircraft made in China are controversial add worse circumstances. The controversy that the plane has not been certified international level so that the level of questionable safety. In addition, the purchase was allegedly overpriced.
Therefore, stop taking care of public transport in playing games, let alone making it the fields project to dredge the personal gain. Child's life is very expensive country to die in vain because of mismanagement of the country. MIDDLE FINGER FOR THE PEOPLE'S REPRESENTATIVES immoral

MOTIVATOR TODAY :

Jika Anda kehilangan kesempatan
untuk menyelesaikan yang sederhana,
Anda akan terpaksa menangani yang pelik.

Semua keadaan berubah
...
dari yang lebih mudah menuju yang lebih sulit.

Bertindaklah sebelum keadaan
menjadi terlalu sulit untuk Anda tangani.

Sesungguhnya, kenikmatan dalam menunda
akan dibayar dengan kegelisahan dan ketakutan
karena menghadapi masalah besar.

Menunda adalah membesarkan masalah.
10:36 AM | 0 comments | Read More

Gedung Baru DPR , Gedung Nya Orang Bangsat

GEDUNG BANGSaT

Kementerian Pekerjaan Umum mengambil langkah rasional. Setelah selesai mengkaji pembangunan gedung baru DPR, mereka memutuskan ketinggian gedung berbentuk huruf U terbalik itu dipangkas dari semula 36 lantai menjadi 26 lantai.

Tak hanya itu. Fasilitas kolam renang dan ruang fitness juga dicoret. Alhasil, biaya pun mengerut sekitar Rp300 miliar, dari semula Rp1,1 triliun menjadi Rp777 miliar.

Pemangkasan biaya itu cukup melegakan. Itu berarti pemerintah mendengarkan kritik masyarakat. Namun, masih ada pertanyaan yang harus dijawab: apa urgensi pembangunan gedung baru wakil rakyat itu?

Gedung baru itu diusulkan untuk dibangun sebagai pengganti Gedung Nusantara I yang kini menjadi kantor para wakil rakyat. Mengapa perlu dibangun gedung baru?

Alkisah, berhembuslah kabar bahwa Gedung Nusantara I berlantai 24 itu telah miring 8 derajat dan terancam roboh. Para wakil rakyat yang berkantor di gedung itu ketakutan mati. Ketakutan mati itulah yang menjadi landasan kuat untuk mengucurkan uang Rp1,8 triliun bagi pembangunan gedung baru.

Padahal, gedung berusia 20 tahun yang disebut miring itu masih tegak kukuh berdiri hingga saat ini. Menurut pengukuran dari ITB, gedung itu bahkan masih berdiri lurus.

Setelah menuai protes luas dari masyarakat, DPR tanpa malu-malu dua kali sudah menurunkan biaya pembangunan gedung baru DPR itu, dari semula Rp1,8 triliun menjadi Rp1,6 triliun lalu turun lagi hingga Rp1,138 triliun.

Alasan pembangunan gedung pun bergeser, dari semula ketakutan mati akibat gedung miring, berubah menjadi karena ruang kerja telah penuh sesak.

Berubah-ubahnya alasan itu menunjukkan sesungguhnya DPR tidak memerlukan gedung baru. Yang diperlukan adalah kemampuan mengelola dan memanfaatkan ruang yang ada.

Kalau dewan sudah memanfaatkan ruang yang ada secara maksimal, bukan mustahil DPR tidak membutuhkan gedung baru. Artinya, setelah dipangkas 10 lantai, rencana gedung baru itu harus dibabat habis 26 lantai lagi, bahkan sampai 2 meter di bawah tanah, alias kuburlah hidup-hidup gagasan membangun gedung baru itu.

DPR harus menghentikan pembangunan gedung baru itu karena memang tidak diperlukan. Lagi pula, DPR dikenang bukan karena berkantor di gedung supermewah. Mereka diingat rakyat bukan karena fasih melafalkan alamat e-mail yang ternyata bohong. DPR dihargai karena tekun, gigih, dan berdedikasi mengerjakan tugas sebagai wakil rakyat yang terhormat. 

MOTIVATOR TODAY :

Mungkin, pria yang paling menyiksa wanita
adalah yang suka berkampanye
bahwa laki-laki adalah imam bagi wanita,
tapi tidak memantaskan diri sebagai imam.

...Dia mimpinya besar tapi malas,
suka mengkritik tapi gampang tersinggung,
menuntut dihormati tapi jauh dari kepantasan untuk dihormati.

Semoga Tuhan segera memperbaiki sikapnya,
sebelum ada seorang wanita lugu dan baik hati
yang jatuh cinta kepadanya.

Aamiin
10:40 AM | 0 comments | Read More

Apa kabar Pemuda Indonesia 2011

PEMUDA INDONESIA
Anak Muda,
Rambutmu kini menjadi merah
Entahlah, kau cat dengan uang dari orang tuamu
ataukah sekedar ikut-ikutan teman

Anak Muda,

Ada besi melingkar menembus telingamu
Tak hanya kaum hawa
Engkau pun sekarang memakainya
Bukan semakin keren
Tapi semakin membuatmu wanita

Anak Muda,

Pakaianmu yang rapi sewaktu SMA
Telah berubah saat jadi mahasiswa
Sobek sana, sobek sini
Bukan karena usang, tapi memang kau sengaja

Anak Muda,

Sebatang rokok selalu menemanimu
Rupiah demi rupiah kau bakar
Pengobat stress kilahmu
Padahal kau sedang bahayakan diri dan sekitarmu
Kau benci orang egois
Padahal kau sendiri termasuk bagiannya

Anak Muda,

Usia yang semakin bertambah
Tak juga membuatmu berbenah
Waktu demi waktu
Engkau habiskan begitu saja berlalu
Dari warung ke warung
Dari mall ke mall
Esensi sama dengan tempat yang beda

Anak Muda,

Bapak dan ibu cemas memikirkanmu
Dulu anak sholih yang mereka pinta
Tiap malam, tiap selesai ibadah
Beliau sempatkan doa untukmu
Namun, apa balasmu?
Justru tingkahmu membuatnya murka
Dari hari ke hari

Anak Muda,

Ayahmu banting tulang bermandi peluh
Mengusahakan biaya sekolah dan makanmu
Sedang ibumu
Sabar mengajarimu berhitung satu dua
Dan mengeja a be ce de
Namun, apa baktimu?

Anak Muda,

Masa mudamu menentukan masa tua
Barangsiapa bersantai di waktu muda
Pasti akan bersusah payah di waktu tuanya
Dan sebaliknya,
Barangsiapa bersusah payah di masa muda
Kelak tinggal menuai nikmatnya hari tua

Anak Muda,

Bukan tampangmu yang bisa kau banggakan
Bukan pula penampilanmu nyentrikmu
Bukan pula aksesoris dan gayamu
Tapi berbanggalah karena karyamu
Berbanggalah karena kebaikanmu
Dan berbanggalah karena keluhuran budimu

Anak Muda,

Pilihan sekarang ada di tanganmu
Diam berarti menanti kehancuran
Berubah berarti menata masa depan
Renungkan, pikirkan
Dan segeralah ambil keputusan 


Articles in English:
Young Children, Your hair is now red I do not know, you paint with the money from your parents or simply went along with friends
Young Children, There is a circular iron pierce your ears Not only the weaker sex You are now wearing Not getting cool But the more makes you a woman
Young Children, Your clothes are neat when high school Has changed as a student Sobek there, torn here Not because of obsolescence, but did you intentionally
Young Children, A cigarette always accompany Rupiah for dollars you burn Healing stress kilahmu And you're endanger yourself and around you You hate selfish people And you own, including parts thereof
Young Children, Increasing age There also makes clean up Time after time You spend just passed From stall to stall From mall to mall Essence the same as a different place
Young Children, Ladies and anxious thinking First they asked Salih child Every night, every completed worship He is a time of prayer for you However, what balasmu? Precisely tingkahmu makes wrath From day to day
Young Children, Your father is busting his gut bathed in sweat Ensuring school fees and your eating Who's your mother Patience teaches you to count one of two And spell a few de ce However, what baktimu?
Young Children, Determine your youth of old age Whoever relax at a young age It will definitely struggled in his old time And conversely, Anyone who struggled in his youth Later reap the joy of living the old days
Young Children, Not you look like you could be proud of Nor appearance nyentrikmu Not all accessories and your style But be proud because of your work Be proud because of your kindness And be proud because your mind nobleness
Young Children, Choice is yours now Silence means of destruction awaits Change means managing future Think, think And immediately take a decision

 

MOTIVATOR TODAY :


Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Aku terkhianati.
...
Aku tahu aku harus menerima kemungkinan
datangnya kekecewaan,
tapi aku harus lebih meyakini kepastian
pemenuhan harapan.

Harapan adalah kekuatan
untuk meringankan bebanku,
karena harapan adalah jembatan
yang menghubungkan antara satu doa
ke doaku berikutnya.

Tuhan, aku hanya berharap kepada-Mu.

Keluarkanlah hatiku dari kesedihan ini

Aamiin
9:55 AM | 1 comments | Read More

Potret Buram Pendidikan Di Indonesia

Potret Pendidikan Nasional (INDONESIA)


Bagi bangsa yang ingin maju dan unggul dalam persaingan global, pendidikan merupakan kunci utamanya. Pendidikan adalah tugas negara yang paling penting dan sangat strategis. Sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan prasyarat dasar bagi terbentuknya peradaban yang baik. Sebaliknya sumberdaya manusia yang buruk, akan secara pasti melahirkan masyarakat yang buruk pula.

Untuk mengantar kepada visi pendidikan yang demikian, dan melihat realitas pendidikan di negeri ini masih sangat jauh dari harapan . Bahkan, jauh tertinggal dari negara – negara lain. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari tiga hal :


Paradigma Pendidikan Nasional
Dalam UU Sisdiknas N0. 20 Tahun 2003 tampak jelas adanya dikotomi pendidikan agama dan umum yang bisa melahirkan pendidikan sekuler materialistik. Padahal sistem pendidikan yang dikotomis semacam ini telah terbukti gagal melahirkan manusia utuh (soleh) yang berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan dan perkembangan penguasaan sains dan teknologi.

Dari sistem pendidikan ini, terdapat kesan yang kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu (iptek) yang dilakukan Depdiknas dipandang sebagai tidak berhubungan dengan Agama (Islam). Sementara pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan, justeru kurang tergarap secara serius. Kurikulum Agama (Islam) hanya ditempatkan sekadar sebagai salah satu aspek yang perannya sangat minimalis dan bukan menjadi dasar utama dari seluruh aspek kehidupan.

Ini artinya, sangat jelas tidak akan mampu mewujudkan anak didik yang sesuai tujuan pendidikan nasional itu sendiri, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Karena itu, pendidikan yang sekuler materialistik ini memang bias melahirkan orang yang menguasai sains teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Namun, pendidikan semacam ini terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan penguasaan pengetahuan keislaman. Betapa banyaknya lulusan pendidikan umum yang tetap saja “buta agama” dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, yang belajar dalam lingkungan pendidikan agama memang menguasai pengetahuan keislaman dan secara relatif kepribadiannya tergarap dengan baik, tetapi disisi lain terkesan buta terhadap ilmu-ilmu kehidupan modern.

Apa yang terjadi selanjutnya? Sektor-sektor kehidupan modern seperti industri manufaktur, perdagangan, jasa, eksplorasi SDA, perbankan, dan lain-lain lebih banyak diisi oleh orang-orang yang mengerti pengetahuan Islam lebih banyak berkumpul di dunianya, seperti madrasah, dosen/guru agama, Depag, dan pada umumnya tidak mampu bersaing dan terjun pada sector-sektor modern.

Dan ujung-ujungnya, merebaknya wabah korupsi di negeri ini karena akibat keterbelahan sistem pendidikan ini, termasuk berbagai penyakit sosial lainnya. Hal ini telah kita rasakan sampai saat ini.
Biaya Pendidikan Mahal Selangit

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini yang sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat agar anaknya dapat menikmati pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari Taman Kanak – Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) yang membuat masyarakat miskin tidak memiliki kesempatan yang sama dengan kaum the haves (golongan kaya). Tentu tidak ada pilihan lain, kecuali putus sekolah.

Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pendidikan sebagai pelayanan publik, tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35 – 40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong terjadinya privatisasi pendidikan. Apa akibatnya? Sekitar yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban pertama. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5-2005). Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, utang pemerintah Indonesia periode Januari – Agustus 2010 tercatat sebesar Rp. 1. 654,9 triliun (media umat, edisi 48 3-23/12/2010). Artinya, jerat utang ini akan terus menjadi bagian dalam mengisi APBN, walaupun negeri ini berlimpah kekayaan alamnya. Dan tentu saja, dana pendidikan akan tetap terjerumus dengan utang yang besar itu.

Karena itu, jika alasannya pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya bertolak di Indonesia. Di luar negeri, misalnya Jerman, Perancis, Belanda dan dibeberapa Negara berkembang lainnya, justru banyak sekolah/perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah, bahkan ada yang gratiskan biaya pendidikannya.

Pendidikan yang berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Kewajiban pemerintahlah atas nama Negara untuk menjamin setiap warga negaranya untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Ini vidi ideal pemerintahan dari segala strukturnya untuk mewujudkan peradaban yang memanusiakan dari sadar akan eksistensinya di muka bumi ini sebagai hamba Tuhan.
Ancaman Komersialisasi

Orang miskin dilarang sekolah! Dari tahun ketahun, tidak lama lagi, mungkin itu yang akan terjadi di Indonesia. Pasalnya sekolah semakin mahal. Untuk masuk TK sampai perguruan tinggi, apalagi unggulan, SBI, orang tua bisa menghabiskan jutaan sampai miliyaran rupiah. Memang, ada yang murah tetapi jangan ditanya kualitasnya, tentu apa adanya. Secara jujur, inilah yang disebut diskriminasi dalam dunia pendidikan kita. Kalau punya uang banyak, pasti bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dan sebaliknya, kalau terbatas dananya harus pasrah dengan kualitas pendidikan yang menyedihkan.

Kenapa? Karena seharusnya pendidikan yang berkualitas harus berlaku sama bagi siapa saja yang punya uang atau tidak. Sebab pendidikan yang berkualitas merupakan asset negara yang bukan milik orang kaya.

Sebenarnya inilah yang disebut pengapdosian kebijakan kapitalis dalam dunia pendidikan memang semakin menguat. Memang dalam sitem kapitalis, peran negara diminimalisasi, negara hanya sebagai regulator. Peran swasta pun dioptimalkan. Muncullah istilah-istilah “luhur” yang sebenarnya menimpa yaitu otonomi sekolah, otonomi kampus, dewan sekolah yang intinya negara lepas tangan terhadap dunia pendidikan. Lagi-lagi yang muncul adalah masalah pendanaan, sehingga harus banting tulang untuk mencari sumber pendanaan mulai dari buka bisnis sampai ujung-ujungnya menaikkan biaya pendidikan. Hasilnya, pendidikan benar-benar dikomersialisasikan melalui sumber dana masyarakat non – SPP yang itemnya bertumpuk.
Intervensi Asing

Meningkatnya kapitalisasi pendidikan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah kolonialisasi. Sejak awal memang penjajah telah memformat sistem pendidikan menjadi sistem kapitalisme yang siap mengabdi kepada tuannya. Artinya, meskipun Indonesia sudah merdeka, tetapi subtansi sistem pendidikan yang sekuler materialistik yang dijalankan oleh para pemimpin yang memang dididik oleh mereka-mereka untuk mengalahkan imperialisme gaya baru.

Selanjutnya, kebijakan-kebijakan kapitalistik akan muncul subur dan tidak bisa dilepaskan dari peran intelektual yang dididik oleh “Barat” masih mencengkeram kuat negeri ini. Seperti persaingan institusi-institusi pendidikan Indonesia dengan institusi asing. Dalam hal ini, sangat jelas bahwa Indonesia masih di bawah asing. Artinya, intervensi ini terjadi melalui sistem negara yang sekuler dan para intelektualnya.

Nah, asing biasa masuk melalui beberapa jalan seperti memberikan bantuan, pinjaman, beasiswa, hibah, penelitian, dan lain-lain. Berbagai pinjaman itu dikucurkan agar kebijakan perguruan tinggi tersebut dapat tunduk di bawah tekanan dan asing yang kelak para alumni AS ini akan menjadi “diplomat” yang notabene pelanjut imperialisme baru.

Di Indonesia, jargon “pendidikan untuk semua” sering dilantunkan. Namun dibawah sistem demokrasi ini sering “dibajak” oleh pemilik modal, termasuk pemodal asing. UU Pendidikan yang dibuat sering malah berpihak kepada pendidikan mereka dan bukan pada rakyat banyak. Itulah sistem pendidikan dalam cengkeraman kapitalisme.
Solusi fundamental dari potret buram pendidikan ini, sistem pendidikan harus diarahkan pada perubahan paradigma, yaitu pondasi dari akidah Islam yang tidak mengenal dikotomi pendidikan umum dan agama. Akhirnya lahirlah ribuan intelektual muslim yang memahami agama sekaligus siap menjawab tantangan di zamannya. Semoga!Aamin

MOTIVATOR TODAY :

PIKIRKAN DENGAN BAIK,
LALU LAKUKAN DENGAN BAIK.

Telah banyak orang masuk
kedalam masalah yang pelik,
...karena tidak membiasakan diri
untuk berpikir dengan baik,
dan tidak tegas untuk melakukan
yang sudah dipikirkannya
sebagai tindakan yang baik.

Itu sebabnya banyak orang baik
yang masih gelisah hidupnya.

KETEGASAN TIDAK MENJAMIN KEDAMAIAN,
TAPI TIDAK ADA KEDAMAIAN
YANG BISA DICAPAI TANPA KETEGASAN.
11:54 AM | 0 comments | Read More

Gerakan NII Mengancam Keutuhan Negara INDONESIA

NEGARA ISLAM INDONESIA

TERLALU banyak yang misterius di negeri ini. Salah satu di antaranya soal keberadaan kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Hmm..

Misterius karena NII sudah eksis sejak Republik ini dipimpin Presiden Soekarno, dan terus dihabisi hingga era Presiden Soeharto, tapi hingga sekarang jejaknya terus ada. Bedanya, NII yang didirikan Kartosoewiryo pada era Bung Karno tidak melakukan aksi menipu dengan modus hipnosis dan cuci otak seperti yang belakangan kembali marak.

Menjadi semakin misterius karena pemerintah seolah menutup mata akan keberadaan kelompok yang jelas-jelas mendeklarasikan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Bukan saja melakukan pembiaran, pemerintah malah terkesan menganggap enteng gerakan NII.

Simaklah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto tentang NII sebanyak dua kali dalam rentang tiga hari. Dalam pernyataan pertama, Menko Polhukam mengatakan bahwa NII belum bisa disebut makar karena baru bersifat mengajak orang untuk mengikuti jalan mereka.

"Kalau hanya mengimbau dan meminta untuk mengikuti Negara Islam Indonesia, kan tidak bisa dikatakan mengganggu kedaulatan negara," kata Djoko. Ia malah meminta agar media tidak membesar-besarkan masalah NII.

Dua hari kemudian, Jumat pekan lalu, Djoko kembali menegaskan pernyataannya bahwa NII belum menjadi ancaman nasional. Dalihnya karena NII belum merupakan gerakan yang bersifat masif.

Dua pernyataan Menko Polhukam yang terkesan menganggap enteng NII itu jelas bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Berbagai kampus di Pulau Jawa dan Sumatra menyatakan sejumlah mahasiswa mereka menjadi korban cuci otak kelompok yang menyebut diri NII.

Kelompok itu mendoktrin para mahasiswa itu bahwa NKRI adalah kafir. Para mahasiswa pun diajak untuk hijrah melalui baiat (sumpah setia) mengikuti NII.

Sejumlah orang tua juga melaporkan ke polisi bahwa anak mereka menghilang dan diduga kuat telah bergabung dengan NII. Bahkan, lebih mengerikan lagi, pengakuan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang menduga banyak aktivis NII masuk birokrasi.

Berbagai penelitian dan testimoni mereka yang pernah bergabung NII namun kini telah bertobat, menunjukkan bahwa ancaman NII adalah nyata. Bukan hantu bualan. Mantan pengikut NII yang bertobat misalnya, mengaku tiap baiat mereka diminta menyetor hingga Rp30 juta. Dengan perkiraan jumlah anggota NII sekarang lebih dari 200 ribu orang (menurut NII Crisis Center), paling tidak gerakan tersebut menguasai uang lebih dari Rp6 triliun.

Kalau untuk yang sudah nyata-nyata terjadi di lapangan saja pemerintah menganggap bukan gangguan, jangan-jangan memang kacamata pemerintah sudah buram. 

MOTIVATOR TODAY :
Jika masalahmu terasa berat
dan menyayat, hadapkanlah wajahmu
kepada Tuhan Yang Maha Lembut
dan biarkanlah hatimu berbicara mesra kepada-Nya.

...Mungkin wajah teduhmu itu basah
dengan air mata yang mewakili derita hatimu,
tapi selalu ingatlah,
Tuhan hanya memberimu masalah
yang dapat kau selesaikan.

Sabarlah

Tuhan akan menyelamatkanmu,
wahai jiwa yang merindukan kasih sayang.

Sesungguhnya engkau sangat dicintai-Nya.
11:02 AM | 2 comments | Read More

Fire Sale , Pada Kasus Bom Saluran pipa gas milik PGN

Pernah Nonton Film Die Hard 4…? Sudah Pastinya, Ketika saya selesai menonton film tersebut seperti biasa saya selalu bilang achh cuma film… Tapi entah kenapa film ini membuat saya jadi berfikir mungkinkah ini benar2 bisa terjadi…setelah merenung begitu lama,saya menemukan kenyataan Lha ternyata fire sale itu sudah mulai menyerang bangsa kita, tepatnya indonesia. baru baru ini kita bisa lihat kasus bom di indonesia , Khusus nya yang baru baru ini terjadi di daerah Saluran pipa gas milik PGN, tanggerang . telah di letak kan sebuah Bom dengan daya ledak Tinggi. Bisa kita bayangkan jika bom Itu  MELEDAK, hmmm..Sepertinya Konsep Black Hacker Ini Mulai Di terapkan Oleh Kaum Kaum Radikalis Indonesia Untuk Melakukan Terror.
Fire Sale adalah julukan/nama dari sebuah serangan hacker ato lebih tepatnya cracker Untuk menghancurkan sebuah negara melewati 3 tahapan mematikan yaitu :

1.Disrupting telecommunication and transportation.
2.Stealing and destroying financial records
3.Disabling all public utilities , Atau suatu operasi penghancuran sebuah negara dengan mengacaukan sistem komputer yang melayani Sistem Transportasi, Sistem Telekomunikasi, Sistem keuangan dan Sistem Pelayanan Publik.
Lalu apa dasarnya saya mengatakan fire sale itu sebenarnya sudah menyerang kita,…. ( Fire Sale Tidak Hanya Untuk Kasus BOm Seperti  Bom Saluran pipa gas milik PGN) Sekarang mari kita lihat baik-baik fakta yang akan saya uraikan dibawah ini :
Disrupting telecommunication and transportation
35% saham Telkomsel milik Singtel, 41,9% saham Indosat milik STT (anak-nya Singtel), 67% saham XL punya TM, Raksasa telekomunikasi Malaysia dan belakangan Hutchinson memiliki 60% saham “3″. Indosat siapa yang punya? Tanya saja pada tetangga kita, Singapura.
Sektor transportasi? Yang ada saya merinding jika membicarakan hal yang satu ini. Isinya cuma kecelakaan, kecelakaan dan kecelakaan melulu. Belum larangan terbang memasuki zona Uni Eropa khusus untuk maskapai Indonesia termasuk Garuda. Habis sudah. Benar-benar gundul!
Stealing and destroying financial records
Sejak BI sebagai Bank Sentral dipisahkan dari campur tangan eksekutif, pihak asing jadi semakin mudah mengendalikan Rupiah Indonesia (hal yang sama juga terjadi pada negar-negara lain). Lihat saja, 50% saham perbankan dikuasai asing. Singapura, tetangga kita yang jinak-jinak merpati merupakan yang paling banyak memiliki pundi-pundi saham di bank swasta. Ada di Danamon, BII, NISP dan Buana. Kabarnya, tidak lepas dari sepak terjang Temasek Holdings. Berikutnya masih tetangga yang juga manis tapi kadang nakal, Malaysia. Saham mereka ada di Bumiputera, Niaga dan Lippo. Kalau ini merupakan pekerjaan tangan dari afiliasi Khazanah Nasional Bhd. BCA, raksasa bank swasta di Indonesia? Huh, 51% lebih sahamnya di kantong Farallon Investment. Bank-bank pemerintah juga sudah diharuskan terjun go public. Siapa pemain terbanyak di lantai bursa? (jawaban anda…….) Lokal atau asing?(jawaban anda…….)  Bagus ! Anda memang pintar.
Disabling all public utilities
Diantaranya, sumber energi massal. Ada BBM, Listrik dan lain-lain. Pertamina sepertinya sudah bertemu lawan berat dalam hal pendistribusian BBM. Masih dari Malaysia, ada Petronas dan dari mantan penjajah kita Shell. Pelayanan dan mutu barangnya selangit. Apalagi, belakangan langkah-langkah yang diambil badan yang menguasai hajat hidup orang banyak tersebut sangat tidak populis. Penjualan aset dan kenaikan harga BBM, peningkatan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan dalih restrukturisasi, peningkatan kinerja dan pelayanan, sangat melukai hati rakyat.
Pertanyaanya : Salahkah para kapitalis itu? Hati saya cuma berbisik, jangan pernah menyalahkan orang lain atas ketidakberdayaan kita. Ini pasar telanjang, Bung! Siapa saja boleh masuk. Siapa saja boleh menjual. Siapa saja boleh berteriak. Berita baiknya, keputusan masih tetap ada di tangan Anda. Ambil atau diamkan. Di luar itu semua, masih mau tidur 8 jam sehari? Saran saya, kurangi 2 atau 3 jam untuk usaha meningkatkan kemampuan diri. Dalam hal apa saja……….see and becarefull
Ini Hanya Sebuah Pendapat Saya,  karena saya Pikir Ini sangat Mirip sekali Dengan Teknik Yang Di lakukan Oleh Hacker Hacker Black :)), percaya atau tidak percaya Ini hanya Pendapat Saya Pribadi .

Motivator Today :

Engkau sesungguhnya sedang ditunggu
mengganti dirimu dengan diri yang baru,
yang lebih ikhlas memulai kebaikan
bagi dirimu dan bagi mereka yang kau layani.

Nasib itu menempel pada pribadi.

Jika pribadimu baru,
nasib yang baru yang akan menempel kepadamu.

Maka, barukanlah hati, pikiran, dan perilakumu.
10:44 AM | 1 comments | Read More

TAFSIR RADIKALISME ISLAM MENURUT GUS DUR

Maraknya kembali peristiwa terorisme akhir-akhir ini tentu sangat menganggu ketenangan batin kita semua. Berdasarkan hasil penyelidikan pihak yang berwajib, beberapa aksi terorisme tersebut masih berkaitan dengan kelompok pergerakan islam radikal. Kelompok ini sangat begitu menekankan pentingnya ideologisasi dan formalisasi islam dalam institusi Negara. Menurut Gus Dur dalam bukunya ; islamku, islam anda dan islam kita, pandangan seperti ini disebut sebagai paradigma islam legal-eksklusif. Sebuah paradigma yang meyakini bahwa islam bukan hanya agama, tetapi juga sebuah sistem hukum yang lengkap, sebuah ideologi universal dan sistem paling sempurna yang mampu memecahkan seluruh permasalahan kehidupan umat manusia. Para pendukung paradigma legal-ekslusif meyakini bahwa islam adalah totalitas integratif dari tiga “D”, yaitu Din (agama), Daulah (Negara), dan Dunya (Dunia). Artinya dalam presfektif mereka seseorang baru berislam secara sempurna (kaffah) ketika islam menjadi ideologi bagi dirinya, dan terlibat dalam perjuangan pewujudan islam sebagai ideologi negara dan dunia.
Pertanyaan fundamentalnya adalah benarkah bahwa islam harus dijadikan sebuah ideologi ?. Kemudian apakah pihak-pihak yang merintangi “perjuangan” kelompok seperti mereka boleh disimpulkan sebagai upaya perlawanan juga terhadap islam ?.
Gus Dur dalam tulisannya yang berjudul Islam : Ideologis atau Kultural ?, menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi seorang muslim untuk menjadikan islam sebagai ideologi. Karena menurut Gus Dur tidak ada ayat Tuhan yang mewajibkan dan memerintahkan hal itu. Dalam presfektif Gus Dur seseorang sudah disebut sebagai seorang muslim sempurna ketika dia menerima prinsif-prinsif keimanan, menjalankan ajaran rukun islam secara utuh, menolong mereka yang memerlukan pertolongan, menegakkan professionalisme, dan bersikap sabar ketika menghadapi cobaan dan ujian. Jadi keterlibatan dalam “perjuangan” pewujudan sistem islam, atau ideologisasi serta formalisme islam tidaklah menjadi salah satu syarat kesempurnaan keberislaman seseorang.
Apalagi menurut Gus Dur, dalam tulisannya berjudul Negara Islam adakah konsepnya ?. Dinyatakan bahwa dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Dimana dalam presfektif syariat islam, seluruh perilaku Sang Rosul adalah sumber hukum ke dua setelah Al-Qur’an dalam agama islam. Tidak ditemukan satu konseppun bagaimana Negara islam tersebut berbentuk. Artinya dalam ajaran serta sejarah islam tidak ditemukan seperti apa bentuk dari Negara islam itu dicontohkan. Gus Dur memaparkan bahwa hal ini tampak dari berbeda-bedanya sistem peralihan kepemimpinan dari Nabi Muhammad SAW serta peralihan kepemimpinan diantara para khulafaurrosyidin. Yaitu dari Nabi Muhammad SAW kepada Abu bakar Shiddiq RA. Kemudian dari Abu bakar Shiddiq RA kepada Umar Bin Khattab RA. Dari Umar Bin Khattab RA kepada Utsman Bin affan RA. Dan dari Utsman Bin affan RA terhadap Ali Bin Abu Thalib RA. Semuanya memiliki sistem peralihan kepemimpinan yang berbeda-beda.
Gus Dur berpandangan bahwa yang lebih utama untuk diperjuangkan oleh kaum muslimin adalah bagaimana menjadikan ajaran-ajaran islam sebagai sumber inspirasi bagi perjuangan untuk menciptakan keadilan, meningkatkan kesejahteraan manusia, dan berbagai upaya demi mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan manusia di dunia. Gus Dur dalam berbagai tulisannya selalu memberikan pesan bahwa seluruh perjuangan islam dalam memperjuangkan nilai-nilai misi perjuangannya haruslah tetap berpedomen terhadap cara-cara damai. Sehubungan bahwa islam adalah agama yang membawa misi kerahmatan bagi seluruh alam.
Dalam tulisannya yang berjudul Surga dan Agama. Gus Dur mengatakan bahwa pandangan teroris tentang jaminan surga dari Tuhan bagi para pelaku teror hanyalah halusinasi kosong belaka. Olehkarenanya umat islam tidak perlu percaya terhadap doktrin-doktrin dalam faham mereka.
Dalam presfektif kenegaraan, Gus Dur selalu melihat islam dari kacamata kebangsaan, oleh karenanya Gus Dur menolak keras upaya pewujudan islam sebagai ideologi Negara di Indonesia, karena Gus Dur berpandangan bahwa pada waktu pendiriannya, kaum muslimin yang diwakili para ulamanya waktu itu, telah sepakat untuk menerima Indonesia sebagai Negara bukan agama. Sebuah contoh sikap toleransi dari para The Founding fathers bangsa dalam menghargai ragamnya keragaman yang ada yang perlu terus dilestarikan sebagai budaya bangsa.
Sebagai mayoritas penduduk terbesar di Indonesia, dalam presfektif Gus Dur, jihad bagi kaum muslimin Indonesia bukanlah memperjuangkan islam sebagai ideologi Negara, namun bagaimana memperjuangkan islam sebagai sumber inspirasi bagi terciptanya keadilan, serta kesejahteraan rakyat, dan berperan sebagai alat pemersatu, pendorong kemajuan, dan pengangkat martabat bangsa melalui gerakan kultural yang damai. Jadi segala bentuk gerakan terorisme yang dilakukan oleh para teroris yang mengatasnamakan islam seperti yang dilakukan selama ini, menurut Gus Dur adalah tindakan yang salah kaprah dan sangat menyesatkan.
Penulis adalah Warga Nahdliyin, Pemerhati gerakan islam, 
Motivator Today :
Jika engkau ingin merasa damai
dan berbahagia, berlakulah penuh kasih
kepada dirimu dan orang lain.

Dengannya,
...
engkau juga akan membahagiakan mereka
yang lebih penting bagimu, daripada
para pengiri-hati yang hanya berniat mendengkimu.

Alihkanlah kekuatan dari rasa kesal
dan marahmu itu, dari menjadikanmu gelisah
dan sulit tidur, menjadi pendamai dan
pembahagia dirimu dan mereka yang mengasihimu.
9:16 AM | 0 comments | Read More